detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 00:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 22/04/2012 13:03 WIB

Hidayat: Ongkos Nikah, Persalinan & Pemakaman Mahal, Warga Miskin Susah

Muhamad Arif - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Warga miskin di Jakarta selama ini susah karena biaya pernikahan, persalinan dan pemakaman yang mahal. Untuk itu jenis bantuan 3 biaya ini pada warga miskin perlu ditingkatkan.

Demikian janji cagub DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid bila dirinya nanti memenangkan DKI 1.

"Warga miskin di Jakarta, yang membuat mereka susah ini di antaranya adalah dengan pernikahan mahal, ongkos persalinan mahal, ongkos pemakaman juga mahal. Nah, kita akan memudahkan buat mereka, dengan biaya administrasi pernikahan gratis, biaya administrasinya saja lho, bukan biaya pernikahannya sendiri," jelas Hidayat.

Hal itu disampaikan Hidayat usai menghadiri acara Maulid Nabi di Yayasan Islam As Sa'adah, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (22/4/2012).

Biaya administrasi pernikahan itu, imbuh Hidayat, hanya untuk pernikahan pertama. Sedangkan biaya persalinan, hanya sampai anak kedua.

"Program itu memang sudah ada, tapi tidak jalan. Kepada keluarga miskin yang meninggal, kita akan bebaskan dari biaya pemakaman. Kita juga akan meningkatkan kesejahteraan para penjaga makam. Anggaran kita Rp 600 miliar dan nantinya akan kita naikkan Rp 1 triliun," jelas mantan Ketua MPR ini.

Perhitungan anggaran itu, imbuhnya, mengutip perhitungan rekan-rekannya anggota DPRD DKI dari PKS. Hidayat juga mengatakan akan membuat kegiatan Maulid Nabi di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta. Next

Halaman 1 2
(nwk/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%