detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 22:54 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 21/04/2012 14:50 WIB

Megawati: Saya Presiden Wanita yang Keren

Jakarta - Megawati Soekarnoputri sampai saat ini masih menjadi satu-satunya presiden di Indonesia yang berasal dari kaum hawa. Tak pelak, pengalamannya ketika menjabat sebagai presiden pun menghadirkan kisah-kisah yang unik. Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) inipun menganggap pengalamannya adalah suatu hal yang keren.

Mega -sapaan akrab Megawati- berkisah ketika ia menjadi inspektur upacara tanggal 5 Oktober (Hari Ulang Tahun TNI). Ia menggambarkan betapa sulitnya mencari pakaian yang pas untuknya karena pada presiden periode sebelumnya, pakaian yang digunakan adalah setelan jas.

"Saat saya jadi presiden, saya diminta untuk menjadi inspektur upacara tanggal 5 Oktober. Saya bilang sama Gus Dur (Abdurrahman Wahid). Mas ada hal krusial. Gimana ya pakaiannya untuk jadi inspektur upacara? Kan nggak mungkin naik jeep pakai kebaya. Akhirnya saya kumpulkan Kapolri, Panglima TNI dan lainnya. Saya harus pakai apa? Mereka bilang, terus terang kami sendiri bingung loh bu. Saya bilang, bikinkan saya dong (baju). Mereka bilang, siap kami serahkan kepada ibu," kisahnya saat berpidato dalam acara peringatan Kartini DPP PDIP di Gedung Manggala Wanabhakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (21/4/2012).

Mega lalu menunjukkan foto dirinya yang akhirnya menggunakan kebaya kepada peserta acara yang disambut tepuk tangan.

"Keren kan? Cuma latar belakang ceritanya itu loh," tambahnya yang langsung disambut tawa seluruh peserta.

Mega juga menambahkan bahwa partainya bangga memiliki dirinya. "PDIP bangga lho Presiden wanitanya keren," imbuhnya.

Selama menjadi Presiden, Megawati mengakui telah merusak beberapa tatanan yang ada. Mega mencotohkan ketika protokoler bingung karena biasanya yang disebutkan adalah bapak presiden bersama ibu negara.

"Waktu saya jadi presiden perempuan, protokoler bingung. Biasanya kalau ada acara protokol bilangnya silahkan kepada presiden beserta ibu negara. Karena saya presiden, tidak mungkin presiden dan bapak negara. Ketika saya jadi presiden, saya merusak tatanan yang ada," ungkapnya yang langsung disambut riuh para peserta acara.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(gah/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%