detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 09:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Selasa, 17/04/2012 14:17 WIB

Sutopo Purwo Nugroho, Redam Info Hoax Soal Bencana dengan Teknologi

Rachmadin Ismail - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho adalah salah satu tokoh yang paling sibuk saat terjadi rentetan gempa di Aceh pada Rabu (9/4) lalu. Dia harus memberi informasi akurat ke publik di tengah berbagai isu hoax dan kabar menyesatkan lainnya. Untung, ada teknologi yang bisa membantu tugasnya.

Gempa Aceh yang berpusat di Kepulauan Simeulue itu berkekuatan hingga 8,5 Skala Richter (SR). Sempat juga muncul peringatan tsunami selama beberapa jam. Sontak saja, banyak warga yang panik. Kabar-kabar tak jelas soal tsunami dan air laut yang meninggi pun bermunculan.

Untunglah, ada informasi yang resmi dan akurat dari Sutopo. Pria yang bergabung dengan BNPB sejak 2010 ini rajin memberikan update soal gempa, mulai dari peristiwa, asal muasal gempa, hingga korban yang berjatuhan.

Namun, tugas itu tidaklah mudah. Ada sekian banyak media yang butuh keterangan dari Sutopo. Selain itu, dia juga harus menganalisis data dan terus mengontak orang BPBD di daerah.

Nah, untuk menyiasati itu dia menggunakan teknologi. Salah satunya dengan pesan berantai di BlackBerry Messenger.

"Apa pun informasi tentang bencana, saya kan harus cepat, karena kalau menunggu konferensi pers kan lama. Saya memahami tugas rekan-rekan media, terlebih lagi online. Perlu juga input yang benar. Makanya saya gunakan BBM," jelas Sutopo saat berbincang dengan detikcom, Selasa (17/4/2012).

"Itu yang namanya semua orang mengeluarkan statement. Ada hoax juga, di saat itulah perlu institusi yang kompeten menangani hal tersebut," sambungnya.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mad/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%