Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 17/03/2012 16:44 WIB

Anas Imbau Demo HMI Terkait BBM Tak Anarkis dan Merusak

M Rizki Maulana - detikNews
Anas Imbau Demo HMI Terkait BBM Tak Anarkis dan Merusak
Jakarta - Anas Urbaningrum pernah duduk menjadi Ketua Umum PB HMI. Tak heran kalau saat demo anti kenaikan BBM marak, dia berharap adik-adiknya berunjuk rasa sesuai aturan. Demo tidak dilarang asal tertib.

"Namun tentunya dalam melakukan hal seperti itu tentu harus sesuai dengan UU. Tanpa melakukan tindakan yang anarkis dan merusak," jelas Anas yang juga Ketum PD ini kepada wartawan dalam kunjungan di Cianjur, Sabtu (17/3/2012).

Menurut Anas, setiap warga negara sah-sah saja berunjuk rasa. Apalagi terkait dengan perubahan kebijakan pemerintah. Namun patut diingat, unjuk rasa harus tetap pada koridor.

"Karena hal itu termasuk dalam demokrasi," jelasnya.

Pada Rabu (14/3) mahasiswa HMI sempat melakukan aksi unjuk rasa di Cikini. Dalam aksinya jalanan sempat ditutup, sebelum polisi membubarkan. Kemudian pada Kamis (15/3), massa HMI melakukan penutupan SPBU Cikini di Jl. Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/aan)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%