detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 22:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 17/03/2012 16:44 WIB

Anas Imbau Demo HMI Terkait BBM Tak Anarkis dan Merusak

M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Anas Urbaningrum pernah duduk menjadi Ketua Umum PB HMI. Tak heran kalau saat demo anti kenaikan BBM marak, dia berharap adik-adiknya berunjuk rasa sesuai aturan. Demo tidak dilarang asal tertib.

"Namun tentunya dalam melakukan hal seperti itu tentu harus sesuai dengan UU. Tanpa melakukan tindakan yang anarkis dan merusak," jelas Anas yang juga Ketum PD ini kepada wartawan dalam kunjungan di Cianjur, Sabtu (17/3/2012).

Menurut Anas, setiap warga negara sah-sah saja berunjuk rasa. Apalagi terkait dengan perubahan kebijakan pemerintah. Namun patut diingat, unjuk rasa harus tetap pada koridor.

"Karena hal itu termasuk dalam demokrasi," jelasnya.

Pada Rabu (14/3) mahasiswa HMI sempat melakukan aksi unjuk rasa di Cikini. Dalam aksinya jalanan sempat ditutup, sebelum polisi membubarkan. Kemudian pada Kamis (15/3), massa HMI melakukan penutupan SPBU Cikini di Jl. Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ndr/aan)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close