detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 04:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 27/02/2012 15:19 WIB

Iran Kecam Pembakaran Alquran oleh Pasukan AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
aksi demo di Afghan (Press TV)
Kabul, - Pembakaran Alquran yang dilakukan pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat (AS) di Afghanistan telah menimbulkan kecaman dan kemarahan pemerintah dan rakyat negeri itu. Pemerintah Iran juga mengecam penodaan kitab suci agama Islam itu.

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran HAM dan hukum internasional.

Dalam statemen yang dirilis kementerian Iran tersebut seperti dilansir Press TV, Senin (27/2/2012) disebutkan bahwa pembakaran Alquran merupakan contoh baru pelanggaraan HAM dan hukum internasional oleh pasukan militer asing di Afghanistan.

"Sikap tidak menghormati keyakinan Islam berasal dari pemahaman penjajah Afghanistan yang tidak benar akan kultur keagamaan warga muslim wilayah ini dan dunia," demikian statemen Kementerian Luar Negeri Iran.

Diimbuhkan pula bahwa bukan sekali ini saja hukum internasional telah dilanggar pasukan NATO pimpinan AS di Afghanistan. Kementerian Iran tersebut mengingatkan, pengulangan perbuatan seperti itu hanya akan menimbulkan kebencian lebih besar bagi pasukan NATO.

Kementerian Iran pun menekankan perlunya penarikan seluruh pasukan militer asing dari Afghanistan.

Sebelumnya pada 20 Februari lalu, tentara-tentara AS diberitakan telah membakar salinan Alquran dan buku-buku Islami lainnya di pangkalan udara Bagram, sebelah tenggara Kota Charikar di Provinsi Parwan, Afghan.

Menyusul insiden tersebut, Presiden AS Barack Obama mengirimkan surat ke Presiden Afghan Hamid Karzai. Dalam surat tersebut, Obama meminta maaf atas perbuatan prajurit AS tersebut. Obama mengatakan pada Karzai bahwa insiden itu tidak disengaja.

Kejadian tersebut memicu aksi-aksi demo anti-AS di Afghanistan dan negara-negara muslim lainnya. Selama enam hari terakhir, aksi demo yang diwarnai kerusuhan tersebut telah menewaskan lebih dari 35 orang, termasuk dua tentara AS.



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%