detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 10:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 18/02/2012 14:09 WIB

Disebut Sumbang Anas, Ical: Sumbangan untuk Golkar Saja Kurang

M Arif - detikNews
Jakarta - Golkar dituding ikut menyokong Anas Urbaningrum untuk meraih kursi Ketua Umum Partai Demokrat (PD). Adalah politisi PD Umar Arsal yang juga anggota tim sukses Anas yang buka suara. Bagaimana tanggapan Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical?

"Saya kira sumbangan untuk Partai Golkar saja kurang," jelas Ical di Sentul, Bogor, Sabtu (18/2/2012).

Karena sumbangan untuk partai kurang, Ical pun menegaskan, tidak ada alasan bagi partainya untuk mengucurkan uang ikut membantu Anas dalam Kongres PD di Bandung 2010 lalu.

"Jadi dugaan suap itu tidak benar," jelasnya.

Umar Arsal bercerita pada Jumat (17/2) di DPR. Dia mengaku ada sumbangan kepada Anas dari Golkar dan PKS. Selain Golkar, PKS juga sudah membantah.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ndr/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close