
Bukan Salah Patung 'Bahenol', Tapi Salah Orang yang Berpikir Porno
Sabtu, 28/01/2012 17:12 WIB
Jakarta
Seteru Patung Tari Rakyat di Pekanbaru, Riau apakah pantas atau tidak pantas terus mengalir. Padahal, tidak ada Patung 'Bahenol' tetapi yang ada adalah pemikiran porno dalam menilai sebuah karya seni.
"Kalau melihatnya 'bahenol' atau pornografi itu ya pikiran orang yang melihat yang porno. Padahal itu karya seni," kata sejarawan Asvi Warman Adam saat berbincang dengan detikcom, Sabtu, (28/1/2012).
Sebagai karya seni, seharusnya masyarakat menyerahkan penilaian kepada seniman yang memahami seni. Sehingga tidak menghakimi apakah karya seni itu porno atau tidak.
"Kita harus menghargai karya seni, menghargai keindahan. Jangan pakai pikiran yang jorok dalam melihat karya seni," terang Asvi.
Jika yang terjadi demikian, maka Indonesia layaknya masa Orde Baru di zaman Soeharto. Masa itu, nyaris tidak ada pembangunan monumental kecuali Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
"Padahal pada masa Soekarno, banyak dibangun patung yang membangkitkan semangat kebangsaan. Seperti Patung Perjuangan Irian Barat, Patung Selamat Datang dan Patung Dirgantara," beber Asvi.
Kemunduran ini karena alasan idiologis agama tertentu. Yang menilai patung sebagai simbol berhala yang pernah dihancurkan oleh nabi yang mereka yakini pada waktu lampau.
"Nuansa idiologinya agak kental disini," ungkap Asvi menyudahi pembicaraan.
Seperti diketahui, patung penari yang berada tepat di jantung kota Pekanbaru, Riau, masih menuai kontroversi publik hingga hari ini. Patung yang baru sebulan nangkring, menampilkan dua sosok pria dan wanita yang tengah menari. Sang pria mengenakan peci berada di posisi atas. Sedangkan patung wanita posisi di bawah dengan tubuh yang melentik. Melintiknya badan patung ini, membuat posisi bokongnya menjadi "bahenol". Bokong patung yang terlihat montok itu, mengarah ke Kantor Gubernur Riau.
Nama patung itu juga menjadi perdebatan. Semula dinamai tugu zapin, sebuah tarian khas Melayu Riau. Tapi rupanya, tugu zapin yang disebut ini pun menuai kritikan. Alasannya, tarian zapin tidaklah sama dengan bentuk patung yang menari itu. Lalu diganti tugu Titik Nol. Tapi dikritik juga karena posisinya tidak di titik nol Pekanbaru. Lantas nama tugu berubah menjadi Tarian Rakyat.
(asp/gah)
"Kalau melihatnya 'bahenol' atau pornografi itu ya pikiran orang yang melihat yang porno. Padahal itu karya seni," kata sejarawan Asvi Warman Adam saat berbincang dengan detikcom, Sabtu, (28/1/2012).
Sebagai karya seni, seharusnya masyarakat menyerahkan penilaian kepada seniman yang memahami seni. Sehingga tidak menghakimi apakah karya seni itu porno atau tidak.
"Kita harus menghargai karya seni, menghargai keindahan. Jangan pakai pikiran yang jorok dalam melihat karya seni," terang Asvi.
Jika yang terjadi demikian, maka Indonesia layaknya masa Orde Baru di zaman Soeharto. Masa itu, nyaris tidak ada pembangunan monumental kecuali Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
"Padahal pada masa Soekarno, banyak dibangun patung yang membangkitkan semangat kebangsaan. Seperti Patung Perjuangan Irian Barat, Patung Selamat Datang dan Patung Dirgantara," beber Asvi.
Kemunduran ini karena alasan idiologis agama tertentu. Yang menilai patung sebagai simbol berhala yang pernah dihancurkan oleh nabi yang mereka yakini pada waktu lampau.
"Nuansa idiologinya agak kental disini," ungkap Asvi menyudahi pembicaraan.
Seperti diketahui, patung penari yang berada tepat di jantung kota Pekanbaru, Riau, masih menuai kontroversi publik hingga hari ini. Patung yang baru sebulan nangkring, menampilkan dua sosok pria dan wanita yang tengah menari. Sang pria mengenakan peci berada di posisi atas. Sedangkan patung wanita posisi di bawah dengan tubuh yang melentik. Melintiknya badan patung ini, membuat posisi bokongnya menjadi "bahenol". Bokong patung yang terlihat montok itu, mengarah ke Kantor Gubernur Riau.
Nama patung itu juga menjadi perdebatan. Semula dinamai tugu zapin, sebuah tarian khas Melayu Riau. Tapi rupanya, tugu zapin yang disebut ini pun menuai kritikan. Alasannya, tarian zapin tidaklah sama dengan bentuk patung yang menari itu. Lalu diganti tugu Titik Nol. Tapi dikritik juga karena posisinya tidak di titik nol Pekanbaru. Lantas nama tugu berubah menjadi Tarian Rakyat.
(asp/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 23/02/2012 15:28 WIB
Polri Masih Selidiki Motif Penusukan di RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 15:26 WIB
KPK Buka Peluang Hadirkan Anas di Persidangan Nazaruddin
-
Kamis, 23/02/2012 15:21 WIB
SBY: Perwakilan RI di Luar Negeri Jangan Korslet
-
Kamis, 23/02/2012 15:20 WIB
Mega Diprediksi Kalah Oleh Prabowo, PDIP: Kami Tak Terpengaruh Survei!
-
Kamis, 23/02/2012 15:15 WIB
Diklat Kader PDIP Bukan Tiket Jadi Pejabat
-
Kamis, 23/02/2012 10:49 WIB
Perempuan 'Kill Bill' Turut dalam Penyerangan di RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 11:31 WIB
Saksi: Puluhan Pelaku Hanya Kejar Dua Pria Sejak dari Luar RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 14:27 WIB
Survei LSI: Kualitas Personal Prabowo Paling Baik, Hatta Kedua
-
Kamis, 23/02/2012 13:50 WIB
Uhuuy! Sutan Bhatoegana Eksis di Indonesia Fashion Week
-
373 Komentar
-
350 Komentar
-
271 Komentar
-
255 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 20/02/2012 13:08 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Shinta Bachir: Saya Takut Berbalik ke Saya
-
Senin, 20/02/2012 12:24 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Berkencan di Dekat Presiden
-
Rabu, 22/02/2012 13:20 WIB
Kapolda Metro: Silakan Lihat Penangkapan John Kei Berpengaruh Tidak
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 473.000
- Rp 603.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)
---125x125.gif)
.gif)
.gif)



