
Rusuh Bima, Sebaiknya SBY Berikan Instruksi Cabut Izin PT SMN
Sabtu, 28/01/2012 05:44 WIB
Jakarta
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan kepada Menko Polhukam dan Kapolri untuk melakukan langkah antisipasi terkait kerusuhan yang terjadi di Bima, NTB. Seharusnya SBY juga memerintahkan untuk mencabut izin usaha tambang PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) di Bima.
"Saya apresiasi perintah yang disampaikan presiden kepada Kapolri dan
Menko Polhukam untuk menangani kerusuhan Bima. Namun saya kira instruksi tersebut kurang tepat," ujar anggota Komisi III DPR Aboe Bakar kepada detikcom, Sabtu (27/1/2012).
Aboe mengatakan pokok persoalan Bima adalah mengenai izin tambang PT SMN di Bima. Menurutnya akan lebih tepat bila presiden menginstruksikan Bupati untuk mencabut Izin Usaha Tambang PT SMN.
"Karena ini biang keroknya. Saya berharap presiden tidak hanya bersikap formalis, akan lebih baik bila instruktsi yang disampaikan bersikap subtantif, yaitu tepat pada akar persoalannya," imbuhnya.
Subtansi persoalannya adalah SK Bupati Bima tentang IUP yang diberikan kepada PT SMN. Maka bila ingin selesaikan persoalan Bima, sebaiknya selesaikan pada subtansi persoalan.
"Bukannya saya ingin menggurui, namun hingga kunjungan kami kemarin
tuntutan warga untuk memcabut izin ini masih sangat kuat. Kalau
sekarang masyarakat sekitar sudah menolak, seharusnya izin HO tidak
dapat keluar. Bila aspirasi rakyat sudah menolak, kenapa harus
dipaksanakan, lantas pemerintah bekerja untuk siapa, bukannya
seharusnya untuk rakyat," tegasnya.
(mpr/mpr)
"Saya apresiasi perintah yang disampaikan presiden kepada Kapolri dan
Menko Polhukam untuk menangani kerusuhan Bima. Namun saya kira instruksi tersebut kurang tepat," ujar anggota Komisi III DPR Aboe Bakar kepada detikcom, Sabtu (27/1/2012).
Aboe mengatakan pokok persoalan Bima adalah mengenai izin tambang PT SMN di Bima. Menurutnya akan lebih tepat bila presiden menginstruksikan Bupati untuk mencabut Izin Usaha Tambang PT SMN.
"Karena ini biang keroknya. Saya berharap presiden tidak hanya bersikap formalis, akan lebih baik bila instruktsi yang disampaikan bersikap subtantif, yaitu tepat pada akar persoalannya," imbuhnya.
Subtansi persoalannya adalah SK Bupati Bima tentang IUP yang diberikan kepada PT SMN. Maka bila ingin selesaikan persoalan Bima, sebaiknya selesaikan pada subtansi persoalan.
"Bukannya saya ingin menggurui, namun hingga kunjungan kami kemarin
tuntutan warga untuk memcabut izin ini masih sangat kuat. Kalau
sekarang masyarakat sekitar sudah menolak, seharusnya izin HO tidak
dapat keluar. Bila aspirasi rakyat sudah menolak, kenapa harus
dipaksanakan, lantas pemerintah bekerja untuk siapa, bukannya
seharusnya untuk rakyat," tegasnya.
(mpr/mpr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 23/02/2012 14:59 WIB
LSM Minta KY Tolak Calon Hakim Agung yang Gagal Seleksi Tahun Lalu
-
Kamis, 23/02/2012 14:57 WIB
Polisi Dalami Peran Perempuan 'Kill Bill' dalam Penyerangan di RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 14:49 WIB
Hasil Telaah 2.000 Transaksi Mencurigakan Anggota DPR Akan Disetor ke KPK
-
Kamis, 23/02/2012 14:44 WIB
Menkum HAM: Tak Ada Napi Tewas dalam Rusuh LP Kerobokan
-
Kamis, 23/02/2012 14:38 WIB
Pencuri Gasak Emas 70 Gram & Celengan Rp 5 Juta di Mangga Dua
-
Kamis, 23/02/2012 10:49 WIB
Perempuan 'Kill Bill' Turut dalam Penyerangan di RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 14:22 WIB
Abdul Kadir Karding Dicopot Dari Ketua Komisi VIII
-
Kamis, 23/02/2012 13:50 WIB
Uhuuy! Sutan Bhatoegana Eksis di Indonesia Fashion Week
-
Kamis, 23/02/2012 11:31 WIB
Saksi: Puluhan Pelaku Hanya Kejar Dua Pria Sejak dari Luar RSPAD
-
373 Komentar
-
350 Komentar
-
271 Komentar
-
255 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 20/02/2012 13:08 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Shinta Bachir: Saya Takut Berbalik ke Saya
-
Senin, 20/02/2012 12:24 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Berkencan di Dekat Presiden
-
Rabu, 22/02/2012 13:20 WIB
Kapolda Metro: Silakan Lihat Penangkapan John Kei Berpengaruh Tidak
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 603.000
- Rp 473.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)
---125x125.gif)
.gif)
.gif)



