
Deal! Pemerintah, Pengusaha dan Buruh Hasilkan 4 Kesepakatan
Jumat, 27/01/2012 23:41 WIB
Jakarta
Setelah sekitar 14 hari mengalami ketenggangan antara buruh di Bekasi dengan para pengusaha terkait Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi. Malam ini, pemerintah, pengusaha, dan buruh akhirnya mencapai titik temu.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang ditengahi Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dan dihadiri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, bersama para pengusaha yang diwakili oleh Apindo, dan serikat pekerja diwakili oleh SPSI, FSPMI, GSPMII dan FSBDSI, terdapat 4 kesepakatan yang telah disepakati.
Hatta menyatakan, disepakati untuk UMK Bekasi ditetapkan, kelompok III sebesar Rp 1.491.000, Untuk Kelompok II ditetapkan sebesar Rp 1.715.000, Untuk kelompok I ditetapkan sebesar Rp 1.849.000.
Kesepakatan besaran UMK tersebut akan direkomendasikan oleh Bupati Bekasi kepada Gubernur Jawa Barat untuk ditetapkan sebagai UMK yang baru tahun 2012 Kabupaten Bekasi sebagai pengganti Keputusan Gubernur Jawa Barat yaitu SK Gubernur terkait UMK/UMSK tahun 2012.
"Dengan adanya kesepakatan baru ini maka Gubernur Jawa Barat akan mencabut upaya banding terhadap putusan PTUN Bandung," ujar Hatta.
Kedua, Hatta menyatakan bagi perusahaan yang nyata-nyata tidak mampu untuk memenuhi UM sebagaimana Keputusan Gubernur Jawa Barat, diberikan kelonggaran untuk menyampaikan permohononan penangguhan UM kepada Gubernur Jawa Barat.
Ketiga, untuk menjaga suasana yang tetap kondusif dalam hubungan industrial dan menjaga iklim investasi dan daya saing industri Indonesia, maka Serikat Pekerja bersepakat bahwa kejadian ini yang pertama dan terakhir. Seberat apapun pembahasan yang ada, harus lah tetap mengacu kepada dialog dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum dan mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
"Apabila terjadi hal-hal yang melanggar hukum akan dilakukan tindakan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," jelas Hatta.
Keempat, lanjut Hatta, akan dilakukan pembahasan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 17 Tahun 2005 tentang Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak dengan melakukan fact finding dan benchmark tentang pemberlakuan upah minimum yang berlangsung selama ini terkait dengan kepatuhan pemberi kerja melaksanakan upah minimum.
"Kalau begini terus ya industri akan terganggu, makanya tidak boleh, harus diselesaikan, makanya kita cepat selesaikan. Syukur Alhamdulillah semua sepakat," pungkas Hatta.
Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan dengan adanya kesepakatan ini maka masalah selesai kisruh UMK selesai, dengan demikian gugatan bandingnya akan dicabut.
"Sudah sepakat semua, gugatan banding saya di PTUN Jawa Barat saya cabut," ujar Ahmad di tempat yang sama.
Terkait putusan PTUN Bandung tersebut, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan hal yang sama soal keputusan mencabut banding gubernur Jabar.
"Ya dengan tidak adanya upaya banding dari Gubernur Jabar, dan ada kesepakatan baru, artinya putusan tersebut tidak berlaku," tegas Muhaimin.
Ditegaskannya lagi, dalam kesepakatan tersebut, demo hari ini adalah kejadian terakhir kali dan tidak boleh terulang lagi.
"Kalau masih ada percikan tidak kesetujuan dari buruh dan melakukan demo sehingga mengganggu ketertiban umum, polisi akan bertindak tegas, ada upaya hukum yang akan dilakukan polisi," tandas Muhaimin.
(hen/hen)
Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang ditengahi Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dan dihadiri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, bersama para pengusaha yang diwakili oleh Apindo, dan serikat pekerja diwakili oleh SPSI, FSPMI, GSPMII dan FSBDSI, terdapat 4 kesepakatan yang telah disepakati.
Hatta menyatakan, disepakati untuk UMK Bekasi ditetapkan, kelompok III sebesar Rp 1.491.000, Untuk Kelompok II ditetapkan sebesar Rp 1.715.000, Untuk kelompok I ditetapkan sebesar Rp 1.849.000.
Kesepakatan besaran UMK tersebut akan direkomendasikan oleh Bupati Bekasi kepada Gubernur Jawa Barat untuk ditetapkan sebagai UMK yang baru tahun 2012 Kabupaten Bekasi sebagai pengganti Keputusan Gubernur Jawa Barat yaitu SK Gubernur terkait UMK/UMSK tahun 2012.
"Dengan adanya kesepakatan baru ini maka Gubernur Jawa Barat akan mencabut upaya banding terhadap putusan PTUN Bandung," ujar Hatta.
Kedua, Hatta menyatakan bagi perusahaan yang nyata-nyata tidak mampu untuk memenuhi UM sebagaimana Keputusan Gubernur Jawa Barat, diberikan kelonggaran untuk menyampaikan permohononan penangguhan UM kepada Gubernur Jawa Barat.
Ketiga, untuk menjaga suasana yang tetap kondusif dalam hubungan industrial dan menjaga iklim investasi dan daya saing industri Indonesia, maka Serikat Pekerja bersepakat bahwa kejadian ini yang pertama dan terakhir. Seberat apapun pembahasan yang ada, harus lah tetap mengacu kepada dialog dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum dan mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
"Apabila terjadi hal-hal yang melanggar hukum akan dilakukan tindakan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," jelas Hatta.
Keempat, lanjut Hatta, akan dilakukan pembahasan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 17 Tahun 2005 tentang Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak dengan melakukan fact finding dan benchmark tentang pemberlakuan upah minimum yang berlangsung selama ini terkait dengan kepatuhan pemberi kerja melaksanakan upah minimum.
"Kalau begini terus ya industri akan terganggu, makanya tidak boleh, harus diselesaikan, makanya kita cepat selesaikan. Syukur Alhamdulillah semua sepakat," pungkas Hatta.
Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan dengan adanya kesepakatan ini maka masalah selesai kisruh UMK selesai, dengan demikian gugatan bandingnya akan dicabut.
"Sudah sepakat semua, gugatan banding saya di PTUN Jawa Barat saya cabut," ujar Ahmad di tempat yang sama.
Terkait putusan PTUN Bandung tersebut, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan hal yang sama soal keputusan mencabut banding gubernur Jabar.
"Ya dengan tidak adanya upaya banding dari Gubernur Jabar, dan ada kesepakatan baru, artinya putusan tersebut tidak berlaku," tegas Muhaimin.
Ditegaskannya lagi, dalam kesepakatan tersebut, demo hari ini adalah kejadian terakhir kali dan tidak boleh terulang lagi.
"Kalau masih ada percikan tidak kesetujuan dari buruh dan melakukan demo sehingga mengganggu ketertiban umum, polisi akan bertindak tegas, ada upaya hukum yang akan dilakukan polisi," tandas Muhaimin.
(hen/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 23/02/2012 14:59 WIB
LSM Minta KY Tolak Calon Hakim Agung yang Gagal Seleksi Tahun Lalu
-
Kamis, 23/02/2012 14:57 WIB
Polisi Dalami Peran Perempuan 'Kill Bill' dalam Penyerangan di RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 14:49 WIB
Hasil Telaah 2.000 Transaksi Mencurigakan Anggota DPR Akan Disetor ke KPK
-
Kamis, 23/02/2012 14:44 WIB
Menkum HAM: Tak Ada Napi Tewas dalam Rusuh LP Kerobokan
-
Kamis, 23/02/2012 14:38 WIB
Pencuri Gasak Emas 70 Gram & Celengan Rp 5 Juta di Mangga Dua
-
Kamis, 23/02/2012 10:49 WIB
Perempuan 'Kill Bill' Turut dalam Penyerangan di RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 11:31 WIB
Saksi: Puluhan Pelaku Hanya Kejar Dua Pria Sejak dari Luar RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 13:50 WIB
Uhuuy! Sutan Bhatoegana Eksis di Indonesia Fashion Week
-
Kamis, 23/02/2012 12:20 WIB
4 Pelaku Penyerangan di RSPAD Ditangkap
-
373 Komentar
-
350 Komentar
-
271 Komentar
-
255 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 20/02/2012 13:08 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Shinta Bachir: Saya Takut Berbalik ke Saya
-
Senin, 20/02/2012 12:24 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Berkencan di Dekat Presiden
-
Rabu, 22/02/2012 13:20 WIB
Kapolda Metro: Silakan Lihat Penangkapan John Kei Berpengaruh Tidak
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 870.000
- Rp 603.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)
---125x125.gif)
.gif)
.gif)



