
Kasus Cek Pelawat, ICW: Banyak Pihak yang Belum Disentuh KPK
Jumat, 27/01/2012 23:40 WIB
Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan Miranda S Goeltom sebagai tersangka. Namun, tugas KPK belum usai, mereka masih harus mengungkap tokoh penyandang dana suap.
"KPK perlu mencermati beberapa pihak yang terlibat tetapi belum tersentuh, seperti penyandang dana suap Rp 24 Miliar dan penerima lainnya," kata Koordinator Divisi Hukum Indonesian Corruption Watch (ICW), Febry Diansyah di kantor ICW, Jl Kalibata Raya IV, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2012).
Menurut Febri, masih banyak pihak yang keterlibatannya perlu diungkap. Ia menyebut beberapa nama figur politik yang selama ini memang diisukan terlibat kasus suap cek pelawat.
"Seperti Tjahjo Kumolo dan Emir Moeis dan beberapa anggota DPR Fraksi ABRI, belum tersentuh," jelasnya.
Selain itu, Febri juga mengingatkan adanya kemungkinan keterlibatan pihak bank. Karena bank dapat menjadi pihak yang diuntungkan terkait kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dengan terpilihnya Miranda sebagai deputi senior gubernur BI.
"KPK harus secara serius menemukan dan menjerat pihak perbankan yang diuntungkan terkait kebijakan Bank Indonesia pasca pemilihan Miranda," tutur Febry.
Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menaikkan status Miranda S Gultom sebagai tersangka dalam kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI). Miranda sendiri berjanji akan menjalani status sebagai tersangka sebagai warga negara yang baik.
(mpr/mpr)
"KPK perlu mencermati beberapa pihak yang terlibat tetapi belum tersentuh, seperti penyandang dana suap Rp 24 Miliar dan penerima lainnya," kata Koordinator Divisi Hukum Indonesian Corruption Watch (ICW), Febry Diansyah di kantor ICW, Jl Kalibata Raya IV, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2012).
Menurut Febri, masih banyak pihak yang keterlibatannya perlu diungkap. Ia menyebut beberapa nama figur politik yang selama ini memang diisukan terlibat kasus suap cek pelawat.
"Seperti Tjahjo Kumolo dan Emir Moeis dan beberapa anggota DPR Fraksi ABRI, belum tersentuh," jelasnya.
Selain itu, Febri juga mengingatkan adanya kemungkinan keterlibatan pihak bank. Karena bank dapat menjadi pihak yang diuntungkan terkait kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dengan terpilihnya Miranda sebagai deputi senior gubernur BI.
"KPK harus secara serius menemukan dan menjerat pihak perbankan yang diuntungkan terkait kebijakan Bank Indonesia pasca pemilihan Miranda," tutur Febry.
Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menaikkan status Miranda S Gultom sebagai tersangka dalam kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI). Miranda sendiri berjanji akan menjalani status sebagai tersangka sebagai warga negara yang baik.
(mpr/mpr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 23/02/2012 14:59 WIB
LSM Minta KY Tolak Calon Hakim Agung yang Gagal Seleksi Tahun Lalu
-
Kamis, 23/02/2012 14:57 WIB
Polisi Dalami Peran Perempuan 'Kill Bill' dalam Penyerangan di RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 14:49 WIB
Hasil Telaah 2.000 Transaksi Mencurigakan Anggota DPR Akan Disetor ke KPK
-
Kamis, 23/02/2012 14:44 WIB
Menkum HAM: Tak Ada Napi Tewas dalam Rusuh LP Kerobokan
-
Kamis, 23/02/2012 14:38 WIB
Pencuri Gasak Emas 70 Gram & Celengan Rp 5 Juta di Mangga Dua
-
Kamis, 23/02/2012 10:49 WIB
Perempuan 'Kill Bill' Turut dalam Penyerangan di RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 11:31 WIB
Saksi: Puluhan Pelaku Hanya Kejar Dua Pria Sejak dari Luar RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 13:50 WIB
Uhuuy! Sutan Bhatoegana Eksis di Indonesia Fashion Week
-
Kamis, 23/02/2012 12:20 WIB
4 Pelaku Penyerangan di RSPAD Ditangkap
-
373 Komentar
-
350 Komentar
-
271 Komentar
-
255 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 20/02/2012 13:08 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Shinta Bachir: Saya Takut Berbalik ke Saya
-
Senin, 20/02/2012 12:24 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Berkencan di Dekat Presiden
-
Rabu, 22/02/2012 13:20 WIB
Kapolda Metro: Silakan Lihat Penangkapan John Kei Berpengaruh Tidak
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 870.000
- Rp 603.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)
---125x125.gif)
.gif)
.gif)



