Detik.com News
Detik.com
Senin, 27/06/2011 01:02 WIB

Istana Enggan Tanggapi Hasil Survei LSI

Anwar Khumaini - detikNews
Istana Enggan Tanggapi Hasil Survei LSI
Jakarta - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis survei yang menunjukkan popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) anjlok hingga berada di bawah 50 persen. Pihak Istana Kepresidenan masih enggan menanggapi hasil survei tersebut lantaran masih akan mempelajarinya terlebih dahulu.

"Sampai saat ini saya belum mendapatkan rilis lengkapnya," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha saat dihubungi detikcom, Minggu (26/6/2011) malam.

Jika dikatakan popularitas Presiden SBY anjlok, Julian mempertanyakan metode seperti apa yang dipakai dalam penelitian tersebut. Sebagai orang yang juga akrab dengan penelitian, Julian merasa perlu untuk mendapatkan data-data yang lengkap terkait dengan survei tersebut, sebelum menanggapinya.

"Kalau belum mendapatkan data-datanya terus berkomentar malah akan sangat bahaya," ujarnya.

"Kalau dikatakan popularitas anjlok, ini kalau bisa dikatakan bukan suatu kesimpulan yang bisa dipertanggung jawabkan secara akurat," imbuh Julian.

Julian sendiri mengaku tidak mengetahui siapa saja yang menjadi responden, daftar pertanyaan, dasar pertanyaan apa saja sampai bisa diambil kesimpulan bahwa popularitas Presiden SBY anjlok.

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada awal Juni 2011 menunjukkan tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden SBY merosot ke angka 47,2 persen. Merosotnya popularitas SBY, hingga di bawah angka 50 persen sejak terpilih dalam Pilpres 2009, ini salah satunya disebabkan oleh kasus Muhammad Nazaruddin.
Survei LSI menunjukkan tingkat kepuasan publik atas kinerja SBY sejak Januari 2011 ke Juni 2011 turun hingga 9,5 persen, yakni dari 56,7 persen ke 47,2 persen.

Survei ini dilakukan di lapangan dari tanggal 1 Juni-7 Juni 2011. 1.200 Responden dipilih secara acak yang mewakili 33 provinsi, disurvei dengan metode wawancara tatap muka. Margin of error plus minus 2,9 persen.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(anw/anw)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%