detikcom

Komunitas Yahudi di Indonesia (6)

IIPAC: Kita Harap Ada Kerjasama Bisnis Pasca HUT Israel

M. Rizal - detikNews
Senin, 16/05/2011 18:27 WIB
Jakarta Perayaan kemerdekaan Israel di Puncak, Bogor, Jawa Barat dikecam banyak kalangan. Penyelenggara acara, Direktur Eksekutif Indonesia-Israel Public Affairs Committee (IIPAC) Benjamin Ketang mengaku sudah memahami merayakan HUT Israel melanggar UUD 1945. Lalu mengapa nekat menggelar acara?

"Kalau ada statemen bahwa ini melanggar UUD 1945 dan melihat kondisi di Indonesia, kita sudah paham itu semua," kata Benjamin.

Maka itu perayaan digelar secara tertutup di Puncak. Acara itu penting tetap digelar karena Komnunitas Pro Lobi Israel punya target yang harus dicapai.

"Dari pertemuan ini kita harapkan memang akan ada kerjasama-kerjasama di bidang investasi dan bisnis dari pasca peringatan HUT Israel itu," jelas Benjamin.

Berikut wawancara detikcom dengan Direktur Eksekutif IIPAC Benjamin Ketang:

Bagaimana soal perayaan hari kemerdekaan atau HUT Israel yang dirayakan Komunitas Pro Israel?

Begini, jadi saya dan beberapa teman-teman berkumpul di Puncak, Jawa Barat. Memang ini tertutup. Dari pertemuan ini kita harapkan memang akan ada kerjasama-kerjasama di bidang investasi dan bisnis dari pasca peringatan HUT Israel itu. Tema perayaan ini kan “Mutual Responsibility Jewish Good Will”.

Nah bagi teman-teman yang ada seperti di Yogyakarta silakan melaksanakan sesuai otoritasnya masing-masing. Yang dekat merapat ke sini. Jadi memang ada yang berangkat ke sini dan yang hadir tadi (Sabtu, 14 Mei 2011) itu ada 28 orang. Minggu pagi kita mulai kembali, karena ada beberapa temen-teman Yahudi yang pulang ke Singapura juga.

Banyak penolakan atas perayaan HUT Israel di Indonesia. Bagaimana tanggapan anda?

Saya kira begini. Yang menjadi titik temu dan menjadi keprihatinan kita dengan pernyataan Menlu Marty Natalegawa, seharusnya bisa melakukan diplomasi yang baik. Bukan malah memprovokasi kepada pihak lainnya.

Saya kira mungkin Menlu kurang etis dia mengatakan sesuatu yang sebenarnya komunitas ini bukan di Jakarta saja, tapi juga berasal dari luar negeri. Ini yang saya sesalkan. Kalau ada statemen bahwa ini melanggar UUD 1945 dan melihat kondisi di Indonesia, kita sudah paham itu semua.

Sebenarnya orang Yahudi dari luar negeri ini adalah orang-orang yang ada di sini dan Singapura. Mereka datang karena sedang cuti, dan ada yang pulang ke California, Amerika Serikat. Selebihnya ada yang langsung ke Bali.

Jadi sebenarnya perayaan itu sudah terlaksana?

Perayaan itu sudah tadi (Sabtu 14 Mei) di sebuah hotel di Puncak. Pertemuan ini kita awali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu menyanyikan lagu kebangsaan Israel, Hatikva dan membaca doa Halil, semacam doa untuk meninggikan orang Israel. Setelah itu kita melakukan semacam gathering dan ngobrol soal tindaklanjut pasca perayaan ini.

Ya sebenarnya juga ini dilakukan semacam diskusi seperti diskusi panel. Bukan sebuah upacara khusus seperti di lapangan terbuka dan sebagainya. Kita ini mengertilah soal psikologi masyarakat kita yang belum memahami gerakan kita ini. Saya sangat menjauhkan rakyat Indonesia untuk salah paham. Padahal sebagai Komunitas Pro Lobi Isreael ini, kita sangat respek bagaimana menjalin strategi, pemberdayaan serta kerjasama ke depan.

Yang lebih penting tadi pagi (Sabtu), eksistensi kita lebih penting daripada memperhatikan statemen-statemen temen-temen yang kurang bisa memahami posisi kita di Indonesia, itu yang penting. Soal penolakan terhadap perayaan HUT Israel memang sempat dibicarakan.

Sebenarnya Komunitas Pro Lobi Israel ini sesungguhnya semua melingkupi berbagai kepentingan di berbagai sisi, di mana ada kepentingan Indonesia untuk memperkuat diplomasi di dunia international, kerjasama bisnis dan investasi antar pengusaha Israel atau keturunan Yahudi di luar negeri lainya untuk bekerjasama dengan Indonesia.

Oleh karena itu, mereka sampai sekarang belum mempercayai itu karena entitas atau secara official kelembagaan kita belum ada. Karenanya mereka sangat mempercayai lembaga Indonesia-Israel Public Affair Committee (IIPAC). Nah, melihat etika dan statemen Menlu Marty Natalegawa, dia tidak memandang posisinya di dunia, dia seperti bukan Menlu, tapi Mendagri.

Sebenarnya jumlah Komunitas Yahudi di Indonesia ada berapa?

Komunitas Yahudi di Indonesia sebenarnya ada beberapa, ada asli, ada yang memang keturunan dan sebagainya, bahkan ada yang keturunan dari Irak. Komunitas ini sebenarnya ada di Surabaya, Manado, Bandung, Yogyakarta dan Jakarta pun ada. Tapi jumlahnya tidak sebanyak sebelum Indonesia merdeka. Sebelum kemerdekaan di Jakarta, seperti di Pasar Baru itu banyak sekali. Dari data National Jewish Agency disebutkan ada 6.600 orang yang tercatat pada tahun 2008.

Tapi begini, komunitas Yahudi itu ada yang berkerja di AS, Kanada dan Australia, ada yang kerja di kedutaan dan perusahaan swasta. Bahkan di Tel Aviv juga ada. Nah kalau soal ibadah, di Indonesia itu ada yang resmi Sinagog itu cuma di Manado yang dipimpin oleh Rabbi Yaakov Baruch. Mereka banyak yang datang saat melakukan ibadah Sabbath, seperti kemarin malam jam 6 kita melakukan Sabbath. Ini merupakan ciri dan khas ajaran Yahudi.

Ada tokoh terkenal yang masuk komunitas Yahudi di Indonesia?

Saya melihatnya begini, kalau kemudian ada beberapa pendapat atau lembaga yang mengatasnamakan tokoh Yahudi itu adalah yang mengatakan Jewish Agency. Kalau seperti yang disebutkan sejumlah sumber di internet, seperti Wikipedia sesungguhnya adalah keturunan Yahudi dan kecenderungannya seperti itu. Seperti Ahmad Dani, ibunya seorang Yahudi Sephard.

Kabarnya banyak artis Indonesia yang Yahudi?

Saya melihatnya begini kalau kemudian ada beberapa pendapaat atau lembaga yang mengatasnamakan tokoh Yahudi di itu adalah yang mengatakan itu Jewish Agency. Kalau seperti diutarakan di internet seperti wikipidia sesungguhnya itu adaah keturunan Yahudi dan kecenderungan seperti itu. Seperti Ahmad Dani, ibunya seorang Yahudi Askelnadi, yang bahasa ibraninya Sephard. Saya juga pernah ketemu sama Ahmad Dani.

Harapan ke depan apa agar komunitas Yahudi bisa diterima di Indonesia?

Menurut saya, agar bangsa Indoensia lebih diberkati, berbeda pendapat itu wajar. Tapi bagaimana budaya kekerasan, demokrasi dan seperti kasus-Ahmadiyah itu menjadi titik balik bagi agenda kita, yaitu soal keamanan tidak hanya di sini, tapi di seluruh dunia. Bahwa kita ini, Holocaust menjadikan pelajaran dan trauma mendalam bagi umat Yahudi di seluruh dunia. Makanya, kenapa ada yang keluar Eropa sampai Indonesia ini.

Yang penting saat ini adalah bagaimana elit politik dan tokoh masyarakat Indonesia tidak memprovokasi atau memberikan semacam pendidikan politik soal bangsa ini. Ini yang lebih penting saya kira untuk menghormati dan tidak menjadikan ini komoditas politik. Kalau ini terlalu dibicarakan terus menerus, bagaimana agenda agar rakyat Indonesia lebih sejahtera dan terjamin itu akan tidak tergarap.

Makanya, apa yang kita lakukan ini untuk memperjuangkan diplomasi hubungan Indonesia dan Israel. Termasuk bagaimana keinginan kita adanya kantor diploatik Israel di Jakarta sesuai dengan Protokol Indonesia-Israel dalam IIPAC ini. Kita juga sudah berkomunikasi dengan beberapa lembaga dan funding bahwa kita akan mengkampanyekan kerjasama bagaimana calon presiden dalam pilpres mendatang mencari calon yang pro Israel. Ini saya kira yang penting. Lalu kenapa kita persiapkan kantor representatif di seluruh Indonesia yang pro lobi Israel.

Apakah konflik Israel dan Palestina menjadi perhatian atau agenda di IIPAC juga?

Saya kira begini, kita lebih memposisikan bukan sebagai mediator soal kasus konflik Israel dan Palestina. Itu kan posisi pemerintah Indonesia untuk memediatori penyelesaian konflik di sana. Bagaimana fungsi Menlu Indonesia. Kalau job description IIPAC bukan itu, kita hanya mengembangkan kerjasama bisnis dan investasi saja. Penyelesaian konflik Israel dan Palestina bukan kita, tapi pemerintah.

(zal/iy)

Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
     

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan KhususTerbaru Indeks Laporan Khusus »
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini