
Kunyit & Temulawak Dipatenkan Asing
Pemerintah Didesak Segera Inventarisir Kekayaan SDA Lokal
Jumat, 22/10/2010 19:42 WIB
Jakarta
Kunyit dan temulawak dipatenkan di Jerman dan Amerika Serikat. Kondisi
itu membuat prihatin semua kalangan. Masyarakat meminta pemerintah segera menginvetarisir kekayaan lokal berupa folklor, pengetahuan tradisional dan sumber daya genetik untuk dipatenkan.
"Itu memprihatinkan. Sudah waktunya pemerinta daerah tidak diam. Presiden perintahkan ke menteri terkait, segera menginventarisir folklor, traditional knowledge maupun genetika resources untuk dipatenkan," kata pakar hukum Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Bambang Kesowo pada dialog HAKI di Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (22/10/2010).
Bambang memahami kunyit dan temulawak dipatenkan asing karena keterbatasan teknologi dan modal di Indonesia. Menurutnya, domestik kaya sumber daya, maju di bidang riset tetapi minim di wilayah teknologi dan modal.
"Sebetulnya isu genetika resources ini isu baru di bidang HAKI. Kita bagus dibidang riset dan sumber daya. Tapi harus diakui mereka (asing) yang punya teknologi dan modal," ucap Bambang pada diskusi yang digagas oleh IPAS institute tersebut.
Dalam catatan Bambang, sejumlah kesenian tradisional maupun teknologi yang telah turun temurun sudah 'dicolong' asing. Pun demikian, dia tidak menyalahkan sepenuhnya karena tradisi Indonesia yang berbeda dengan negara luar.
(Ari/nwk)
itu membuat prihatin semua kalangan. Masyarakat meminta pemerintah segera menginvetarisir kekayaan lokal berupa folklor, pengetahuan tradisional dan sumber daya genetik untuk dipatenkan.
"Itu memprihatinkan. Sudah waktunya pemerinta daerah tidak diam. Presiden perintahkan ke menteri terkait, segera menginventarisir folklor, traditional knowledge maupun genetika resources untuk dipatenkan," kata pakar hukum Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Bambang Kesowo pada dialog HAKI di Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (22/10/2010).
Bambang memahami kunyit dan temulawak dipatenkan asing karena keterbatasan teknologi dan modal di Indonesia. Menurutnya, domestik kaya sumber daya, maju di bidang riset tetapi minim di wilayah teknologi dan modal.
"Sebetulnya isu genetika resources ini isu baru di bidang HAKI. Kita bagus dibidang riset dan sumber daya. Tapi harus diakui mereka (asing) yang punya teknologi dan modal," ucap Bambang pada diskusi yang digagas oleh IPAS institute tersebut.
Dalam catatan Bambang, sejumlah kesenian tradisional maupun teknologi yang telah turun temurun sudah 'dicolong' asing. Pun demikian, dia tidak menyalahkan sepenuhnya karena tradisi Indonesia yang berbeda dengan negara luar.
(Ari/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 23/02/2012 14:44 WIB
Menkum HAM: Tak Ada Napi Tewas dalam Rusuh LP Kerobokan
-
Kamis, 23/02/2012 14:38 WIB
Pencuri Gasak Emas 70 Gram & Celengan Rp 5 Juta di Mangga Dua
-
Kamis, 23/02/2012 14:27 WIB
Survei LSI: Kualitas Personal Prabowo Paling Baik, Hatta Kedua
-
Kamis, 23/02/2012 14:22 WIB
Abdul Kadir Karding Dicopot Dari Ketua Komisi VIII
-
Kamis, 23/02/2012 14:21 WIB
Menteri Peminta Fee adalah 1 dari 2 Menteri yang Dipanggil Jaksa KPK
-
Kamis, 23/02/2012 10:49 WIB
Perempuan 'Kill Bill' Turut dalam Penyerangan di RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 11:31 WIB
Saksi: Puluhan Pelaku Hanya Kejar Dua Pria Sejak dari Luar RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 13:50 WIB
Uhuuy! Sutan Bhatoegana Eksis di Indonesia Fashion Week
-
Kamis, 23/02/2012 12:20 WIB
4 Pelaku Penyerangan di RSPAD Ditangkap
-
373 Komentar
-
350 Komentar
-
271 Komentar
-
255 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 20/02/2012 13:08 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Shinta Bachir: Saya Takut Berbalik ke Saya
-
Senin, 20/02/2012 12:24 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Berkencan di Dekat Presiden
-
Rabu, 22/02/2012 13:20 WIB
Kapolda Metro: Silakan Lihat Penangkapan John Kei Berpengaruh Tidak
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 473.000
- Rp 870.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message


.gif)
---125x125.gif)
.gif)
.gif)



