
AS Berencana Jual Alat Militer ke Arab Saudi untuk Hadapi Iran
Selasa, 14/09/2010 13:28 WIB
Foto: AFP
Washington
Pesawat tempur berteknologi tinggi dan helikopter senilai US$ 60 miliar akan ditawarkan AS kepada Arab Saudi. AS berencana menjual peralatan militer tersebut untuk membantu Arab Saudi menghadapi ancaman potensial Iran.
Demikian disampaikan pejabat pemerintahan AS, seperti diberitakan AFP, Selasa (14/9/2010).
Pejabat senior pertahanan AS mengatakan, pemerintahan Presiden AS Barack Obama secara formal akan meminta persetujuan Kongres pada pekan ini atau pekan depan tentang produksi perlengkapan militer tersebut. Hal itu menindaklanjuti pembicaraan dengan pihak Saudi yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Dalam pembicaraan itu mencuat kekhawatiran Saudi pada meningkatnya persenjataan Iran.
"Kalau Anda melihat kerajaan itu, ancaman terbesar yang dihadapi di wilayah itu adalah berasal dari Iran," ujar pejabat yang enggan disebutkan namanya kepada reporter.
Dengan memiliki tambahan persenjataan baru, menurut dia, akan memberikan kemampuan bertahan sekaligus kemampuan pencegahan bagi Arab Saudi.
Pejabat AS melihat paket perlengkapan militer itu sebagai aliansi strategis dua negara. "Raja (Saudi) melihat ini merupakan hubungan yang sangat simbolis yang kita miliki dengan dia dan kerajaannya," ucap pejabat tersebut.
Dalam pemberitahuannya ke Kongres, pemerintah Obama akan memberi kuasa pada Saudi untuk membeli 84 pesawat tempur F-15 baru dan meng-up grade lebih dari 70 pesawat, sebagaimana 3 tipe helikopter (70 Apache, 72 Black Hawks, dan 36 Little Birds).
Paket tersebut juga termasuk HARM anti-radar misil yang lebih teliti dalam mengarahkan bom JDAM dan rudal Hellfire. Meskipun penjualan perlengkapan militer ke Saudi sebelumnya sering menghadapi pertentangan kuat dari Israel dan sekutunya di Kongres AS, pemerintahan Obama tetap berharap ada kesepakatan.
"Saya rasa orang-orang Israel cukup menyenangkan dan konfigurasi ini bukanlah ancaman terhadap militernya," imbuh pejabat itu.
Hal ini wajar mengingat Israel akan mendapat perlengkapan militer yang lebih canggih yaitu jet tempur AS F-35 generasi kelima. Sebelumnya, sejumlah media melaporkan, untuk menghindari kecemburuan Israel, pemerintahan Obama memutuskan untuk tidak menawarkan sistem pertahanan militer itu kepada Arab Saudi. Dengan demikian, maka senjata kendali jarak jauh mutakhir dapat disematkan di F-15 sehingga dapat mendukung operasi pertahanan dengan basis darat dan laut.
Pejabat tinggi AS, termasuk Kepala Militer Badan Pertahanan Rudal AS telah mendesak pemimpin Saudi untuk membeli sistem peluncuran roket milik AS atau THAAD (Terminal High Altitude Area Defence) dan mengembangkan rudal Patriot yang ada di negara tersebut. Namun Saudi mencari kemungkinan pembelian Littoral Combat Ship (LCS), kapal perang baru dengan teknologi mutakhir.
Namun pejabat pertahanan AS menyatakan masih belum ada kejelasan apakah Saudi memilih membeli paket 60 miliar dollar atau membeli pesawat udara yang jumlahnya lebih sedikit. "Ini merupakan paket perlengkapan militer yang besar. Faktanya, ini adalah yang paling besar dalam sejarah," ujar pejabat itu.
(vit/nrl)
Demikian disampaikan pejabat pemerintahan AS, seperti diberitakan AFP, Selasa (14/9/2010).
Pejabat senior pertahanan AS mengatakan, pemerintahan Presiden AS Barack Obama secara formal akan meminta persetujuan Kongres pada pekan ini atau pekan depan tentang produksi perlengkapan militer tersebut. Hal itu menindaklanjuti pembicaraan dengan pihak Saudi yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Dalam pembicaraan itu mencuat kekhawatiran Saudi pada meningkatnya persenjataan Iran.
"Kalau Anda melihat kerajaan itu, ancaman terbesar yang dihadapi di wilayah itu adalah berasal dari Iran," ujar pejabat yang enggan disebutkan namanya kepada reporter.
Dengan memiliki tambahan persenjataan baru, menurut dia, akan memberikan kemampuan bertahan sekaligus kemampuan pencegahan bagi Arab Saudi.
Pejabat AS melihat paket perlengkapan militer itu sebagai aliansi strategis dua negara. "Raja (Saudi) melihat ini merupakan hubungan yang sangat simbolis yang kita miliki dengan dia dan kerajaannya," ucap pejabat tersebut.
Dalam pemberitahuannya ke Kongres, pemerintah Obama akan memberi kuasa pada Saudi untuk membeli 84 pesawat tempur F-15 baru dan meng-up grade lebih dari 70 pesawat, sebagaimana 3 tipe helikopter (70 Apache, 72 Black Hawks, dan 36 Little Birds).
Paket tersebut juga termasuk HARM anti-radar misil yang lebih teliti dalam mengarahkan bom JDAM dan rudal Hellfire. Meskipun penjualan perlengkapan militer ke Saudi sebelumnya sering menghadapi pertentangan kuat dari Israel dan sekutunya di Kongres AS, pemerintahan Obama tetap berharap ada kesepakatan.
"Saya rasa orang-orang Israel cukup menyenangkan dan konfigurasi ini bukanlah ancaman terhadap militernya," imbuh pejabat itu.
Hal ini wajar mengingat Israel akan mendapat perlengkapan militer yang lebih canggih yaitu jet tempur AS F-35 generasi kelima. Sebelumnya, sejumlah media melaporkan, untuk menghindari kecemburuan Israel, pemerintahan Obama memutuskan untuk tidak menawarkan sistem pertahanan militer itu kepada Arab Saudi. Dengan demikian, maka senjata kendali jarak jauh mutakhir dapat disematkan di F-15 sehingga dapat mendukung operasi pertahanan dengan basis darat dan laut.
Pejabat tinggi AS, termasuk Kepala Militer Badan Pertahanan Rudal AS telah mendesak pemimpin Saudi untuk membeli sistem peluncuran roket milik AS atau THAAD (Terminal High Altitude Area Defence) dan mengembangkan rudal Patriot yang ada di negara tersebut. Namun Saudi mencari kemungkinan pembelian Littoral Combat Ship (LCS), kapal perang baru dengan teknologi mutakhir.
Namun pejabat pertahanan AS menyatakan masih belum ada kejelasan apakah Saudi memilih membeli paket 60 miliar dollar atau membeli pesawat udara yang jumlahnya lebih sedikit. "Ini merupakan paket perlengkapan militer yang besar. Faktanya, ini adalah yang paling besar dalam sejarah," ujar pejabat itu.
(vit/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 23/02/2012 15:28 WIB
Polri Masih Selidiki Motif Penusukan di RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 15:26 WIB
KPK Buka Peluang Hadirkan Anas di Persidangan Nazaruddin
-
Kamis, 23/02/2012 15:21 WIB
SBY: Perwakilan RI di Luar Negeri Jangan Korslet
-
Kamis, 23/02/2012 15:20 WIB
Mega Diprediksi Kalah Oleh Prabowo, PDIP: Kami Tak Terpengaruh Survei!
-
Kamis, 23/02/2012 15:15 WIB
Diklat Kader PDIP Bukan Tiket Jadi Pejabat
-
Kamis, 23/02/2012 10:49 WIB
Perempuan 'Kill Bill' Turut dalam Penyerangan di RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 11:31 WIB
Saksi: Puluhan Pelaku Hanya Kejar Dua Pria Sejak dari Luar RSPAD
-
Kamis, 23/02/2012 14:27 WIB
Survei LSI: Kualitas Personal Prabowo Paling Baik, Hatta Kedua
-
Kamis, 23/02/2012 13:50 WIB
Uhuuy! Sutan Bhatoegana Eksis di Indonesia Fashion Week
-
373 Komentar
-
350 Komentar
-
271 Komentar
-
255 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 20/02/2012 13:08 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Shinta Bachir: Saya Takut Berbalik ke Saya
-
Senin, 20/02/2012 12:24 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Berkencan di Dekat Presiden
-
Rabu, 22/02/2012 13:20 WIB
Kapolda Metro: Silakan Lihat Penangkapan John Kei Berpengaruh Tidak
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 870.000
- Rp 603.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)
---125x125.gif)
.gif)
.gif)



