Detik.com News
Detik.com

Kamis, 26/08/2010 15:40 WIB

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Medan Diwarnai Keributan

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Rekonstruksi pembunuhan Siti Maryam Sibarani, Pembina Yayasan Zending Islam di Jl. Armada, Medan, diwarnai keributan, Kamis (26/8/2010) siang. Keributan terjadi saat keluarga korban berusaha melampiaskan kemarahannya kepada para tersangka saat digiring petugas masuk ke dalam rumah, lokasi pembunuhan.

Kemarahan keluarga korban langsung meledak saat para tersangka Togu Panjaitan, Asnul Situmorang, Abdul Rahman Nasution dan perbantu korban, Mirna Kumalasari digiring petugas turun dari mobil tahanan. Dengan emosi, warga dan keluara korban yang telah menungu, langsung merangsek blokade polisi, berusaha memukul para tersangka.

Emosi keluarga korban meninggi karena petugas tidak mengizinkan sebagian keluarga korban masuk ke lingkungan rumah, tempat berjalannya rekonstruksi pembunuhanan janda berusia 78 tahun yang terjadi awal April 2010 lalu.

Keluarga korban tidak terima atas kesadisan para tersangka yang tega membunuh korban dan merampok uang puluhan juta rupiah, perhiasan dan sertifikat tanah. Siti Maryam Sibarani ditemukan terkapar bersimbah darah, kepala retak dengan kedua tangan dan kaki terikat serta mulut tertutup lakban.

Saat proses rekonstruksi berlangsung, keluarga korban terlibat saling hujat. Adik kandung korban, Salbiah Sibarani, sempat mengamuk karena menduga anak korban terlibat dalam rencana pembunuhan Siti Maryam dengan tujuan meguasai harta warisan.

"Sebelum tewas, kakak saya itu sudah dianiaya anak-anaknya biar cepat mati. Pernah dilempar kursi hingga berdarah," cerca Salbiah.

Sementara anak kandung korban, Aminuddin Marpaung, sempat terbakar emosi dan meladeni umpatan keluarga lain. Petugas keamanan langsung membawa Aminuddin masuk ke dalam rumah.

"Kami hanya bisa berharap agar para tersangka dihukum mati karena telah membunuh mamak kami," kata Aminuddin.

Keributan kembali pecah saat petugas menggiring para tersangka keluar rumah usai menjalani renkonstruksi. Akibatnya, petugas terpaksa melarikan para tersangka menggunakan mobil tahanan. Keluarga korban sempat melempari mobil para tersangka menggunakan batu.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(djo/djo)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
96%
Kontra
4%