
Wanita di Pekalongan Nantikan Kelahiran Anak Ke-22
Jumat, 30/04/2010 17:12 WIB
Pekalongan
Kesabaran orang tua dalam mengurus anak sangat diperlukan. Namun bagaimana jika anak yang harus diurus jumlahnya mencapai puluhan? Tentunya membutuhkan kesabaran ekstra.
Kondisi itulah yang dialami oleh pasangan suami istri Mas'ud (58) dan Halimah (46), warga Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Halimah yang menikah sejak 31 tahun lalu kini sedang mengandung anak ke-22.
Setiap hari, suasana rumah Mas'ud selalu ramai oleh riuh tawa anak-anak mereka usai pulang sekolah. Meski kerap rebutan makanan atau mainan, namun kehidupan keluarga sederhana ini terlihat cukup harmonis.
Halimah menuturkan, ia pernah melahirkan 11 anak pria dan 10 perempuan. Namun tidak semua anak-anaknya masih hidup. Tiga orang anaknya telah meninggal dunia. Sehingga yang masih hidup ada 18 anak. Jika anak di kandungan Halimah yang berusia 3 bulan lahir, keturunan mereka berjumlah 19 anak.
"Anak saya yang meninggal yakni anak kedua, ketiga dan keempat," ujar Halimah kepada detikcom, Jumat (30/4/2010).
Sejak awal pernikahannya, Halimah enggan mengikuti program KB karena takut terkena efek samping. Menurutnya, anak adalah pembawa rezeki.
Mas'ud bekerja sebagai buruh konveksi dengan penghasilan 40 ribu perhari. Mas'ud sering membuat buku cerita sendiri untuk anak-anaknya. Buku itu, biasanya bertemakan kesederhanaan dan kedisiplinan hidup.
"Penghasilan saya pasti tidak cukup untuk membeli buku buat anak-anak saya karena anak saya banyak," alasannya.
(mok/nrl)
Kondisi itulah yang dialami oleh pasangan suami istri Mas'ud (58) dan Halimah (46), warga Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Halimah yang menikah sejak 31 tahun lalu kini sedang mengandung anak ke-22.
Setiap hari, suasana rumah Mas'ud selalu ramai oleh riuh tawa anak-anak mereka usai pulang sekolah. Meski kerap rebutan makanan atau mainan, namun kehidupan keluarga sederhana ini terlihat cukup harmonis.
Halimah menuturkan, ia pernah melahirkan 11 anak pria dan 10 perempuan. Namun tidak semua anak-anaknya masih hidup. Tiga orang anaknya telah meninggal dunia. Sehingga yang masih hidup ada 18 anak. Jika anak di kandungan Halimah yang berusia 3 bulan lahir, keturunan mereka berjumlah 19 anak.
"Anak saya yang meninggal yakni anak kedua, ketiga dan keempat," ujar Halimah kepada detikcom, Jumat (30/4/2010).
Sejak awal pernikahannya, Halimah enggan mengikuti program KB karena takut terkena efek samping. Menurutnya, anak adalah pembawa rezeki.
Mas'ud bekerja sebagai buruh konveksi dengan penghasilan 40 ribu perhari. Mas'ud sering membuat buku cerita sendiri untuk anak-anaknya. Buku itu, biasanya bertemakan kesederhanaan dan kedisiplinan hidup.
"Penghasilan saya pasti tidak cukup untuk membeli buku buat anak-anak saya karena anak saya banyak," alasannya.
(mok/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 23/02/2012 03:00 WIB
Avanza Sruduk 5 Bajaj di Tebet
-
Kamis, 23/02/2012 02:01 WIB
Wow! Earth Hour 2012 Menghemat 5.580 MW Listrik di Indonesia
-
Kamis, 23/02/2012 02:00 WIB
18 Kota di Indonesia Berpartisipasi di Gerakan Earth Hour 2012
-
Kamis, 23/02/2012 01:33 WIB
Prangko Seri PON XVIII Diluncurkan di Bandung
-
Kamis, 23/02/2012 01:27 WIB
Satwa Liar Dijual Terbuka di Palembang
-
Kamis, 23/02/2012 00:40 WIB
Anggota DPR: Saya Hanya Dorong Petugas Bea Cukai, Silahkan Lapor Polisi!
-
Kamis, 23/02/2012 00:13 WIB
Beredar di BBM Tampar Petugas Bea dan Cukai, Anggota DPR Bantah
-
Rabu, 22/02/2012 14:12 WIB
Mengejutkan! Nazaruddin Tidak Cecar Andi Mallarangeng
-
Kamis, 23/02/2012 02:57 WIB
Avanza Sruduk 5 Bajaj di Tebet
-
371 Komentar
-
349 Komentar
-
271 Komentar
-
255 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 20/02/2012 13:08 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Shinta Bachir: Saya Takut Berbalik ke Saya
-
Senin, 20/02/2012 12:24 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Berkencan di Dekat Presiden
-
Rabu, 22/02/2012 13:20 WIB
Kapolda Metro: Silakan Lihat Penangkapan John Kei Berpengaruh Tidak
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 870.000
- Rp 603.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)
.gif)
.gif)



