
Taman Ria Terlupakan
Taman Ria Tak Lagi Ceria
Rabu, 03/03/2010 17:45 WIB
Foto: Rizal (detikcom)
Jakarta
Siapa yang dahulu tak kenal dengan Taman Ria. Taman hiburan murah meriah di Jakarta, yang ramai pada dekade 1980-an. Rhoma Irama mengabadikan suasananya dalam lagu Terajana. Namun, keceriaan itu sudah tidak bersisa lagi sekarang.
Taman Ria di Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta, dahulu menjadi tempat favorit masyarakat Jakarta mencari hiburan. Ada restoran, tempat mancing dan hiburan berkumpul di satu tempat. Tempat yang rimbun juga membuat pengunjung betah berlama-lama, bermain dengan keluarga atau kencan dengan pacar.
Namun keceriaan hanya tinggal pada namanya saja, Taman Ria. Kondisinya hari ini jauh dari kesan ramai. Kawasan di dekat gedung TVRI ini dikunci pada pntu gerbangnya, Rabu (3/3/2010). Maklum saja, aksi unjuk rasa besar-besaran sedang terjadi hanya satu belokan ke arah Gedung DPR terkait Pansus Century.
Taman Ria Senayan yang dulu asri dan sejuk kini sudah berubah fungsi. Sejumlah gedung-gedung tempat hiburan dibiarkan kosong dan tidak terurus. Hanya danau di tengah kawasan ini masih tersisakan dan masih terisi air. Sekitar tiga restoran pun masih bertahan.
Taman Ria Senayan yang diapit TVRI, Gelora Bung Karno dan kompleks gedung DPR/MPR ini, tetap dijaga satpam. Parkiran yang luas praktis kosong, kecuali bagi pengunjung yang akan makan di tiga restoran yang terisa.
"Dulu paling paling ngetop itu Roller Coaster-nya sebelum ada Dunia Fantasi (Dufan) di Ancol. Tapi akibat sering mati mesinnya dan ada korban jatuh, Roller Coaster itu nggak difungsikan lagi," kenang Erik, warga Jakarta yang ditemui di detikcom, di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Rabu (3/3/2010).
Menurut Erik, Taman Ria Senayan sempat menjadi tempat hiburan pada pertengahan 1990-an. Ada diskotik, tempat billiard dan cafe-cafe, namun kini dibiarkan kosong tak terurus. "Kecuali Restoran Bebek Bali dan Pulau Dua yang masih ada. Kalau Bebek Bali memang saya punya kenangan khusus, ya tempat saya pacaran," ujarnya tertawa.
Kenangan serupa juga dialami Ronny, warga Jakarta Timur. Semasa kecil, dia sering diajak ke Taman Ria, naik sepeda air, bom bom car dan masuk rumah hantu. "Ciri khasnya tiga lampu warna-warni yang selalu berputar seperti lampu pesta di pintu masuk areal itu," kenangnya.
Selama hari libur atau musim liburan panjang, Taman Ria Senayan selalu dibanjiri masyarakat Jakarta dan daerah Botabek. Wirman Syarkawi (54) karyawan TVRI, mengenang Taman Ria sebagai tempat rimbun dengan pemancingan dan tempat permainan. Remaja sangat suka bermain di sini apalagi untuk pacaran. Sementara acara-acara keluarga juga banyak diadakan di Taman Ria.
"Ya dulu tempat di sini rimbun dengan pohon-pohonan. Pokoknya ngetop sejak tahun 1970-1995. Tapi sinarnya sekarang hilang, nggak jelas dan kacau serta mati," keluh Wirman.
Seiring dengan banyaknya tempat hiburan lain, pusat perbelanjaan modern yang tersebar di Jakarta, maka Taman Ria makin kehilangan pamor. Apalagi Taman Ria dekat dengan DPR. Taman Ria menjadi saksi bisu sejumlah aksi demonstrasi mulai dari pelengseran Presiden Soeharto sampai Pansus Century. Taman Ria ini menjadi lokasi persiapan polisi sampai evakuasi para demonstran.
(zal/fay)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Taman Ria di Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta, dahulu menjadi tempat favorit masyarakat Jakarta mencari hiburan. Ada restoran, tempat mancing dan hiburan berkumpul di satu tempat. Tempat yang rimbun juga membuat pengunjung betah berlama-lama, bermain dengan keluarga atau kencan dengan pacar.
Namun keceriaan hanya tinggal pada namanya saja, Taman Ria. Kondisinya hari ini jauh dari kesan ramai. Kawasan di dekat gedung TVRI ini dikunci pada pntu gerbangnya, Rabu (3/3/2010). Maklum saja, aksi unjuk rasa besar-besaran sedang terjadi hanya satu belokan ke arah Gedung DPR terkait Pansus Century.
Taman Ria Senayan yang dulu asri dan sejuk kini sudah berubah fungsi. Sejumlah gedung-gedung tempat hiburan dibiarkan kosong dan tidak terurus. Hanya danau di tengah kawasan ini masih tersisakan dan masih terisi air. Sekitar tiga restoran pun masih bertahan.
Taman Ria Senayan yang diapit TVRI, Gelora Bung Karno dan kompleks gedung DPR/MPR ini, tetap dijaga satpam. Parkiran yang luas praktis kosong, kecuali bagi pengunjung yang akan makan di tiga restoran yang terisa.
"Dulu paling paling ngetop itu Roller Coaster-nya sebelum ada Dunia Fantasi (Dufan) di Ancol. Tapi akibat sering mati mesinnya dan ada korban jatuh, Roller Coaster itu nggak difungsikan lagi," kenang Erik, warga Jakarta yang ditemui di detikcom, di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Rabu (3/3/2010).
Menurut Erik, Taman Ria Senayan sempat menjadi tempat hiburan pada pertengahan 1990-an. Ada diskotik, tempat billiard dan cafe-cafe, namun kini dibiarkan kosong tak terurus. "Kecuali Restoran Bebek Bali dan Pulau Dua yang masih ada. Kalau Bebek Bali memang saya punya kenangan khusus, ya tempat saya pacaran," ujarnya tertawa.
Kenangan serupa juga dialami Ronny, warga Jakarta Timur. Semasa kecil, dia sering diajak ke Taman Ria, naik sepeda air, bom bom car dan masuk rumah hantu. "Ciri khasnya tiga lampu warna-warni yang selalu berputar seperti lampu pesta di pintu masuk areal itu," kenangnya.
Selama hari libur atau musim liburan panjang, Taman Ria Senayan selalu dibanjiri masyarakat Jakarta dan daerah Botabek. Wirman Syarkawi (54) karyawan TVRI, mengenang Taman Ria sebagai tempat rimbun dengan pemancingan dan tempat permainan. Remaja sangat suka bermain di sini apalagi untuk pacaran. Sementara acara-acara keluarga juga banyak diadakan di Taman Ria.
"Ya dulu tempat di sini rimbun dengan pohon-pohonan. Pokoknya ngetop sejak tahun 1970-1995. Tapi sinarnya sekarang hilang, nggak jelas dan kacau serta mati," keluh Wirman.
Seiring dengan banyaknya tempat hiburan lain, pusat perbelanjaan modern yang tersebar di Jakarta, maka Taman Ria makin kehilangan pamor. Apalagi Taman Ria dekat dengan DPR. Taman Ria menjadi saksi bisu sejumlah aksi demonstrasi mulai dari pelengseran Presiden Soeharto sampai Pansus Century. Taman Ria ini menjadi lokasi persiapan polisi sampai evakuasi para demonstran.
(zal/fay)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Senin, 20/02/2012 13:08 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Shinta Bachir: Saya Takut Berbalik ke Saya
-
Senin, 20/02/2012 12:24 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Berkencan di Dekat Presiden
-
Senin, 20/02/2012 11:56 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Skandal Shinta Nyerempet Dubes
-
Senin, 20/02/2012 11:47 WIB
Galau Jenderal Karena Shinta
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Kamis, 23/02/2012 00:40 WIB
Anggota DPR: Saya Hanya Dorong Petugas Bea Cukai, Silahkan Lapor Polisi!
-
Kamis, 23/02/2012 00:13 WIB
Beredar di BBM Tampar Petugas Bea dan Cukai, Anggota DPR Bantah
-
Rabu, 22/02/2012 12:03 WIB
Hotman Paris Jebak Andi dengan Ferrari di Sidang Nazar
-
Rabu, 22/02/2012 14:12 WIB
Mengejutkan! Nazaruddin Tidak Cecar Andi Mallarangeng
-
371 Komentar
-
349 Komentar
-
271 Komentar
-
255 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 20/02/2012 13:08 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Shinta Bachir: Saya Takut Berbalik ke Saya
-
Senin, 20/02/2012 12:24 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Berkencan di Dekat Presiden
-
Rabu, 22/02/2012 13:20 WIB
Kapolda Metro: Silakan Lihat Penangkapan John Kei Berpengaruh Tidak
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 603.000
- Rp 473.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)
.gif)
.gif)



