
Fitnah PKS, Penceramah di Medan Minta Maaf
Sabtu, 28/03/2009 18:20 WIB
Medan
Seorang penceramah di Medan, Yahya Tambunan (44), diamankan Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Medan, karena menyebarkan fitnah terhadap partai tersebut. Dalam beberapa ceramahnya Yahya menyatakan PKS bukan berasas Islam dan juga memiliki caleg non-muslim.
Tambunan dipaksa datang ke sekretariat TPPD PKS di Jl. S Parman, Medan pada Sabtu (28/3/2009) siang untuk diklarifikasi pernyataannya. Menurut Penasihat TPPD PKS Medan, Abdul Malik Chalik, sebelumnya mereka telah menerima pengaduan sejumlah simpatisan PKS dari dua lokasi berbeda tentang Tambunan yang telah menjelek-jelekkan PKS saat memberi ceramah Maulid. Yakni di Masjid Muttaqien, Medan Johor, pada Selasa (9/3/2009) dan di Masjid Kiblata’in, Medan Polonia, pada Rabu (25/3/2009).
Di hadapan ratusan jamaah peserta acara Maulid di kedua masjid tersebut Yahya menyebut-nyebut PKS bukan partai berasas Islam dan mempunyai caleg-caleg non- Muslim.
Ternyata di antara jamaah yang hadir terdapat sejumlah simpatisan PKS yang tidak senang atas pernyataan Tambunan yang telah sengaja menyebar fitnah. Di antaranya Sumiati (40) yang mendengar ceramah Yahya di Masjid Muttaqien dan Risnawan Purba (38) yang mendengar ceramah di Masjid Kiblata’in.
"Keduanya melaporkan kejadian tersebut kepada kader PKS yang ada di lingkungan mereka masing-masing dan segera kita tindaklanjuti, dan memanggil yang bersangkutan," ujar Abdul Malik Chalik
Tambunan semula menolak datang, akhirnya datang setelah diancam akan dipidanakan. Kepada sejumlah pengurus PKS Medan, Tambunan mengakui perbutannya menyebar fitnah terhadap PKS. Dia pun kemudian membuat surat pernyataan mengakui teah menyampaikan kepada jamaaah acara maulid di kedua mesjid tersebut.
"Saya mengakui kekeliruan dan meminta maaf kepada seluruh pengurus dan kader PKS dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi," tulisnya di dalam surat pernyataan bermaterai yang ditandatanganinya.
Terkait masalah Tambunan ini, Abdul Malik Chalik menyatakan PKS masih akan merapatkannya dalam rapat pleno DPW PKS Sumut dan masih terus mengembangkan kasus tersebut dengan mencari tahu sepak terjang Tambunan.
"Jadi tak tertutup kemungkinan dia akan kita laporkan ke
polisi karena menyebar fitnah, sejumlah simpatisan kita telah bersedia menjadi saksi bila kasus ini dibawa ke polisi," katanya.
(rul/gah)
Tambunan dipaksa datang ke sekretariat TPPD PKS di Jl. S Parman, Medan pada Sabtu (28/3/2009) siang untuk diklarifikasi pernyataannya. Menurut Penasihat TPPD PKS Medan, Abdul Malik Chalik, sebelumnya mereka telah menerima pengaduan sejumlah simpatisan PKS dari dua lokasi berbeda tentang Tambunan yang telah menjelek-jelekkan PKS saat memberi ceramah Maulid. Yakni di Masjid Muttaqien, Medan Johor, pada Selasa (9/3/2009) dan di Masjid Kiblata’in, Medan Polonia, pada Rabu (25/3/2009).
Di hadapan ratusan jamaah peserta acara Maulid di kedua masjid tersebut Yahya menyebut-nyebut PKS bukan partai berasas Islam dan mempunyai caleg-caleg non- Muslim.
Ternyata di antara jamaah yang hadir terdapat sejumlah simpatisan PKS yang tidak senang atas pernyataan Tambunan yang telah sengaja menyebar fitnah. Di antaranya Sumiati (40) yang mendengar ceramah Yahya di Masjid Muttaqien dan Risnawan Purba (38) yang mendengar ceramah di Masjid Kiblata’in.
"Keduanya melaporkan kejadian tersebut kepada kader PKS yang ada di lingkungan mereka masing-masing dan segera kita tindaklanjuti, dan memanggil yang bersangkutan," ujar Abdul Malik Chalik
Tambunan semula menolak datang, akhirnya datang setelah diancam akan dipidanakan. Kepada sejumlah pengurus PKS Medan, Tambunan mengakui perbutannya menyebar fitnah terhadap PKS. Dia pun kemudian membuat surat pernyataan mengakui teah menyampaikan kepada jamaaah acara maulid di kedua mesjid tersebut.
"Saya mengakui kekeliruan dan meminta maaf kepada seluruh pengurus dan kader PKS dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi," tulisnya di dalam surat pernyataan bermaterai yang ditandatanganinya.
Terkait masalah Tambunan ini, Abdul Malik Chalik menyatakan PKS masih akan merapatkannya dalam rapat pleno DPW PKS Sumut dan masih terus mengembangkan kasus tersebut dengan mencari tahu sepak terjang Tambunan.
"Jadi tak tertutup kemungkinan dia akan kita laporkan ke
polisi karena menyebar fitnah, sejumlah simpatisan kita telah bersedia menjadi saksi bila kasus ini dibawa ke polisi," katanya.
(rul/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Kamis, 23/02/2012 00:40 WIB
Anggota DPR: Saya Hanya Dorong Petugas Bea Cukai, Silahkan Lapor Polisi!
-
Kamis, 23/02/2012 00:13 WIB
Beredar di BBM Tampar Petugas Bea dan Cukai, Anggota DPR Bantah
-
Rabu, 22/02/2012 14:12 WIB
Mengejutkan! Nazaruddin Tidak Cecar Andi Mallarangeng
-
Rabu, 22/02/2012 12:03 WIB
Hotman Paris Jebak Andi dengan Ferrari di Sidang Nazar
-
371 Komentar
-
349 Komentar
-
271 Komentar
-
255 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 20/02/2012 13:08 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Shinta Bachir: Saya Takut Berbalik ke Saya
-
Senin, 20/02/2012 12:24 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Berkencan di Dekat Presiden
-
Rabu, 22/02/2012 13:20 WIB
Kapolda Metro: Silakan Lihat Penangkapan John Kei Berpengaruh Tidak
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 473.000
- Rp 870.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)
.gif)
.gif)



