
Cek Miliaran Rupiah Disebar
Mengharap Dapat Jutaan dari Blok SS-99
Jumat, 13/03/2009 13:34 WIB
Penipu catut alamat di Ruko Mega Galaxy, Surabaya
Jakarta
Kawasan perumahan Darmo Indah Surabaya, sebulan terakhir banyak kedatangan tamu dari luar kota. Mereka datang dari Jakarta, Semarang, Malang, hingga Banjarmasin. Tujuan mereka satu. Mendatangi sebuah rumah di blok SS-99, yang ada di perumahan tersebut.
"Sudah sekitar 70 orang dari luar Surabaya yang datang ke sini. Mereka membawa sertifikat dan surat-surat penting yang beralamat di blok tersebut," jelas Makin,satpam perumahan Darmo Indah kepada detikcom.
Namun kedatangan mereka sia-sia. Soalnya, kata Makin, alamat yang mereka tuju, yakni blok SS-99 memang tidak ada di perumahan tersebut. Karena nomor rumah di kawasan itu hanya sampai nomor 51.
Saking banyaknya orang yang datang mencari alamat itu, Makin jadi tahu kalau mereka adalah korban penipuan. Apalagi sempat ada seorang ibu-ibu yang datang dari Jakarta yang menangis histeris karena tidak menemukan alamat tersebut. Padahal ibu tersebut sengaja datang menggunakan taksi dari bandara Juanda, Surabaya.
Kepada Makin, perempuan berusia 40-an itu menunjukan surat-surat berharga berikut cek senilai Rp 4,7 miliar. Surat-surat itu rencananya akan diserahkan kepada seseorang yang tinggal di alamat itu. Karena sebelumnya ia dijanjikan akan diberikan imbalan jika menemukan dokumen tersebut.
Begitu diberitahu kalau alamat tersebut tidak ada, dia langsung menangis. "Cuma waktu itu saya tidak bertanya apakah dia kena tipu," ungkap Makin.
Tapi sekarang Makin jadi tahu kalau orang-orang yang datang mencari nomor SS-99 adalah korban penipuan. Buktinya, ketika detikcom menanyakan alamat tersebut ke Makin, pria tersebut langsung berkata. "Kena tipu ya Mas".
Kondisi serupa juga terjadi di PT Mico Graha Pavindo, Jalan Kertajaya Indah Timur, 14 C-9, Surabaya. Perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan paving tersebut, akhir-akhir ini sering kedatangan tamu yang mengaku ingin mengembalikan dokumen milik perusahaan tersebut.
Bos PT Mico Graha Pavindo saat disanggongi detikcom mengaku, tidak pernah merasa kehilangan dokumen penting. "Tidak benar itu. Mereka hanya memakai nama perusahaan kami untuk menipu," kata Agus, salah satu bos PT Mico Graha Pavindo.
Agus menjelaskan, dirinya merasa sudah lelah menanggapi orang-orang yang datang ke kantornya di Komplek Ruko Mega Galaxy, Jalan Kertajaya Indah Timur C-14, dengan alasan ingin mengembalikan dokumen penting milik perusahaannya.
Dari dokumen yang dimiliki detikcom memang salah satu surat penting yang ada dalam amplop berisi Surat Izin Usaha Perdagangan atas nama PT Mico Graha Pavindo, dengan alamat yang sama. Hanya saja nomor telepon yang tertera di SIUP tersebut bukan nomor telepon milik PT Mico, melainkan nomor penipu.
Itu sebabnya Agus merasa kesal dengan ulah penipu. Pasalnya, perusahaan jadi kerepotan menjelaskan kepada orang-orang yang mengaku ingin mengembalikan dokumen. Apalagi sebelumnya si penipu menjanjikan imbalan jika mengantarkan dokumen tersebut.
Saat ini Agus mengaku, sudah melaporkan ke polisi tentang masalah tersebut. Selain itu, pria berkacamata tersebut, juga menempelkan dokumen palsu itu di pintu masuk dan dinding kantornya. Tidak ketinggalan, Agus juga menempel potongan surat kabar yang memuat berita penipuan dengan modus seperti itu.
Rupanya penipu tidak hanya mencatut nama PT Mico Graha Pavindo. Nama PT Petronas Usaha Mandiri yang beralamat di Menara Rajawali, Jakarta, juga jadi sasaran sang penipu. Dokumen atas nama PT Petronas ditemukan seorang pemulung di kawasan Dukuh Kupang Timur.
Tapi begitu ditelusuri detikcom, nama PT Petronas Usaha Mandiri ternyata tidak berkantor di Menara Rajawali. "Tidak ada nama kantor itu. Itu penipuan," tegas Najib, staf Menara Rajawali.
Najib mengaku, sejak dua bulan lalu, Menara Rajawali telah menerima telepon yang menanyakan soal PT Petronas Usaha Mandiri. Padahal, jelas Najib, yang berkantor di Menara Rajawali adalah PT Petronas Niaga Indonesia bukan PT Petronas Usaha Mandiri.
Sama seperti PT Mico Graha Pavindo, pengelola Menara Rajawali juga telah melaporkan kasus tersebut ke polisi. Soalnya mereka jadi kerepotan menanggapi orang-orang yang telah kena tipu. (ddg/iy)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



"Sudah sekitar 70 orang dari luar Surabaya yang datang ke sini. Mereka membawa sertifikat dan surat-surat penting yang beralamat di blok tersebut," jelas Makin,satpam perumahan Darmo Indah kepada detikcom.
Namun kedatangan mereka sia-sia. Soalnya, kata Makin, alamat yang mereka tuju, yakni blok SS-99 memang tidak ada di perumahan tersebut. Karena nomor rumah di kawasan itu hanya sampai nomor 51.
Saking banyaknya orang yang datang mencari alamat itu, Makin jadi tahu kalau mereka adalah korban penipuan. Apalagi sempat ada seorang ibu-ibu yang datang dari Jakarta yang menangis histeris karena tidak menemukan alamat tersebut. Padahal ibu tersebut sengaja datang menggunakan taksi dari bandara Juanda, Surabaya.
Kepada Makin, perempuan berusia 40-an itu menunjukan surat-surat berharga berikut cek senilai Rp 4,7 miliar. Surat-surat itu rencananya akan diserahkan kepada seseorang yang tinggal di alamat itu. Karena sebelumnya ia dijanjikan akan diberikan imbalan jika menemukan dokumen tersebut.
Begitu diberitahu kalau alamat tersebut tidak ada, dia langsung menangis. "Cuma waktu itu saya tidak bertanya apakah dia kena tipu," ungkap Makin.
Tapi sekarang Makin jadi tahu kalau orang-orang yang datang mencari nomor SS-99 adalah korban penipuan. Buktinya, ketika detikcom menanyakan alamat tersebut ke Makin, pria tersebut langsung berkata. "Kena tipu ya Mas".
Kondisi serupa juga terjadi di PT Mico Graha Pavindo, Jalan Kertajaya Indah Timur, 14 C-9, Surabaya. Perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan paving tersebut, akhir-akhir ini sering kedatangan tamu yang mengaku ingin mengembalikan dokumen milik perusahaan tersebut.
Bos PT Mico Graha Pavindo saat disanggongi detikcom mengaku, tidak pernah merasa kehilangan dokumen penting. "Tidak benar itu. Mereka hanya memakai nama perusahaan kami untuk menipu," kata Agus, salah satu bos PT Mico Graha Pavindo.
Agus menjelaskan, dirinya merasa sudah lelah menanggapi orang-orang yang datang ke kantornya di Komplek Ruko Mega Galaxy, Jalan Kertajaya Indah Timur C-14, dengan alasan ingin mengembalikan dokumen penting milik perusahaannya.
Dari dokumen yang dimiliki detikcom memang salah satu surat penting yang ada dalam amplop berisi Surat Izin Usaha Perdagangan atas nama PT Mico Graha Pavindo, dengan alamat yang sama. Hanya saja nomor telepon yang tertera di SIUP tersebut bukan nomor telepon milik PT Mico, melainkan nomor penipu.
Itu sebabnya Agus merasa kesal dengan ulah penipu. Pasalnya, perusahaan jadi kerepotan menjelaskan kepada orang-orang yang mengaku ingin mengembalikan dokumen. Apalagi sebelumnya si penipu menjanjikan imbalan jika mengantarkan dokumen tersebut.
Saat ini Agus mengaku, sudah melaporkan ke polisi tentang masalah tersebut. Selain itu, pria berkacamata tersebut, juga menempelkan dokumen palsu itu di pintu masuk dan dinding kantornya. Tidak ketinggalan, Agus juga menempel potongan surat kabar yang memuat berita penipuan dengan modus seperti itu.
Rupanya penipu tidak hanya mencatut nama PT Mico Graha Pavindo. Nama PT Petronas Usaha Mandiri yang beralamat di Menara Rajawali, Jakarta, juga jadi sasaran sang penipu. Dokumen atas nama PT Petronas ditemukan seorang pemulung di kawasan Dukuh Kupang Timur.
Tapi begitu ditelusuri detikcom, nama PT Petronas Usaha Mandiri ternyata tidak berkantor di Menara Rajawali. "Tidak ada nama kantor itu. Itu penipuan," tegas Najib, staf Menara Rajawali.
Najib mengaku, sejak dua bulan lalu, Menara Rajawali telah menerima telepon yang menanyakan soal PT Petronas Usaha Mandiri. Padahal, jelas Najib, yang berkantor di Menara Rajawali adalah PT Petronas Niaga Indonesia bukan PT Petronas Usaha Mandiri.
Sama seperti PT Mico Graha Pavindo, pengelola Menara Rajawali juga telah melaporkan kasus tersebut ke polisi. Soalnya mereka jadi kerepotan menanggapi orang-orang yang telah kena tipu. (ddg/iy)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Senin, 20/02/2012 13:08 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Shinta Bachir: Saya Takut Berbalik ke Saya
-
Senin, 20/02/2012 12:24 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Berkencan di Dekat Presiden
-
Senin, 20/02/2012 11:56 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Skandal Shinta Nyerempet Dubes
-
Senin, 20/02/2012 11:47 WIB
Galau Jenderal Karena Shinta
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Kamis, 23/02/2012 00:40 WIB
Anggota DPR: Saya Hanya Dorong Petugas Bea Cukai, Silahkan Lapor Polisi!
-
Kamis, 23/02/2012 00:13 WIB
Beredar di BBM Tampar Petugas Bea dan Cukai, Anggota DPR Bantah
-
Rabu, 22/02/2012 14:12 WIB
Mengejutkan! Nazaruddin Tidak Cecar Andi Mallarangeng
-
Kamis, 23/02/2012 01:52 WIB
18 Kota di Indonesia Berpartisipasi di Gerakan Earth Hour 2012
-
371 Komentar
-
349 Komentar
-
271 Komentar
-
255 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 20/02/2012 13:08 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Shinta Bachir: Saya Takut Berbalik ke Saya
-
Senin, 20/02/2012 12:24 WIB
Galau Jenderal karena Shinta
Berkencan di Dekat Presiden
-
Rabu, 22/02/2012 13:20 WIB
Kapolda Metro: Silakan Lihat Penangkapan John Kei Berpengaruh Tidak
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 473.000
- Rp 870.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)
.gif)
.gif)



