Detik.com News
Detik.com
Senin, 09/04/2007 19:34 WIB

Bocah 3 Tahun Tewas Tertimpa Rak di Carrefour Mangga Dua

Ari Saputra - detikNews
Jakarta - Kini, tak ada lagi suara ceria dari bocah tiga tahun bernama Andrew Given Suoth. Bocah lucu yang ikut belanja orangtuanya ke Carrefour Mangga Dua Square Jakarta itu tertimpa rak dan tewas. Given Suoth, merupakan putra pasangan Dedi Aldrin Suoth (37) dan Noni ( 43). Keluarga ini tercatat tinggal di Perumahan Griya Talang Sari No 40 RT2/2, Pasir Laja, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat "Kami sedang belanja, Minggu sore kemarin. Tiba-tiba Andrew tertimpa rak besi keranjang bola-bola saat ayahnya sedang melihat konter sepeda sekitar 5 meter dari lokasi," ujar Edward I, kerabat korban yang juga kuasa hukum korban ketika ditemui wartawan di salah satu rumah keluarga korban di Jalan Enim No 58 RT04/03 Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Senin, (9/4/2007). Saat mendapati anaknya tertimpa rak, Dedi Aldrin langsung mengangkat dan membawa ke RS Husada Mangga Besar menggunakan taksi. Namun, nyawa Given Suoth tak tertolong lagi. Menurut pengakuan ayah korban, pada tubuh Given Suoth terdapat luka di bagian kepala dan memar warna biru di punggung. "Korban tewas karena tertimpa benda berat, yaitu rak besi setinggi 2 meter," jelas Edward. Dari RS Husada, jenazah korban sempat dibawa ke RSCM untuk dilakukan visum luar. Jenazah baru tiba di rumah di Jl. Sungai Bambu, sekitar pukul 22.00 WIB. Kini jenazah bocah malang itu telah disemayamkan dan dimakamkan di TPU dekat rumahnya, di Bogor. "Saat ini jenazah korban telah dibawa ke rumah duka di Bogor dan dimakamkan di sana," tambah dia.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(Ari/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%