DetikNews
Sabtu 21 Apr 2012, 14:50 WIB

Megawati: Saya Presiden Wanita yang Keren

- detikNews
Jakarta - Megawati Soekarnoputri sampai saat ini masih menjadi satu-satunya presiden di Indonesia yang berasal dari kaum hawa. Tak pelak, pengalamannya ketika menjabat sebagai presiden pun menghadirkan kisah-kisah yang unik. Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) inipun menganggap pengalamannya adalah suatu hal yang keren.

Mega -sapaan akrab Megawati- berkisah ketika ia menjadi inspektur upacara tanggal 5 Oktober (Hari Ulang Tahun TNI). Ia menggambarkan betapa sulitnya mencari pakaian yang pas untuknya karena pada presiden periode sebelumnya, pakaian yang digunakan adalah setelan jas.

\\\"Saat saya jadi presiden, saya diminta untuk menjadi inspektur upacara tanggal 5 Oktober. Saya bilang sama Gus Dur (Abdurrahman Wahid). Mas ada hal krusial. Gimana ya pakaiannya untuk jadi inspektur upacara? Kan nggak mungkin naik jeep pakai kebaya. Akhirnya saya kumpulkan Kapolri, Panglima TNI dan lainnya. Saya harus pakai apa? Mereka bilang, terus terang kami sendiri bingung loh bu. Saya bilang, bikinkan saya dong (baju). Mereka bilang, siap kami serahkan kepada ibu,\\\" kisahnya saat berpidato dalam acara peringatan Kartini DPP PDIP di Gedung Manggala Wanabhakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (21\/4\/2012).

Mega lalu menunjukkan foto dirinya yang akhirnya menggunakan kebaya kepada peserta acara yang disambut tepuk tangan.

\\\"Keren kan? Cuma latar belakang ceritanya itu loh,\\\" tambahnya yang langsung disambut tawa seluruh peserta.

Mega juga menambahkan bahwa partainya bangga memiliki dirinya. \\\"PDIP bangga lho Presiden wanitanya keren,\\\" imbuhnya.

Selama menjadi Presiden, Megawati mengakui telah merusak beberapa tatanan yang ada. Mega mencotohkan ketika protokoler bingung karena biasanya yang disebutkan adalah bapak presiden bersama ibu negara.

\\\"Waktu saya jadi presiden perempuan, protokoler bingung. Biasanya kalau ada acara protokol bilangnya silahkan kepada presiden beserta ibu negara. Karena saya presiden, tidak mungkin presiden dan bapak negara. Ketika saya jadi presiden, saya merusak tatanan yang ada,\\\" ungkapnya yang langsung disambut riuh para peserta acara.



(gah/gah)
Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed